Shin Tae-Yong: Tokoh Penting Lolosnya Timnas Indonesia ke Putaran Final Piala Asia 2023

Shin Tae-yong saat Mendamping Timnas Senior pada Kualifikasi Piala Asia 2023 di Kuwait

 


RABOLNAS - Siapa yang tidak mengenal Shin Tae-yong? Mantan pesepakbola asal Korea Selatan yang kini menjadi juru taktik Timnas Indonesia. STY, sapaan akrabnya juga merupakan mantan pelatih Timnas Korea Selatan  di Piala Dunia 2018.

Beberapa hari lalu, taktik jitunya berhasil membawa Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2023. Kini ia sangat diagungkan oleh suporter Garuda. Berikut beberapa fakta yang mungkin jarang diketahui publik.

1.      Pernah Menjadi Lawan Timnas Indonesia

Piala Asia 1996 adalah edisi pertama Indonesia tampil di ajang kontinental. Saat itu, Widodo Cahyono Putro dkk tergabung di Grup A bersama tuan rumah UEA, Kuwait, dan Korea Selatan – yang diperkuat oleh Shin Tae-yong sebagai pemain.

Pada laga melawan Indonesia, STY yang diturunkan pada menit ke-33 masuk menggantikan Sang Rae Roh. Saat itu, Korea Selatan memenangkan pertandingan dengan skor 4-2.

2.      Dijuluki Fox of the Ground

Saat masih aktif bermain sebagai pesepakbola, STY mendapat julukan “Si Rubah Tanah” yang melekat hingga dirinya menjadi pelatih sampai sekarang.

Fox of the Ground menggambarkan gaya permainan cepat, stabil, dan cerdik menempatkan posisi. Tak ayal, mantan gelandang serang Seongnam Ilhwa Chunma itu sangat ditakuti lawan-lawannya.

3.      Membuat Pelatih Mundur dari Jabatannya

Sejak kedatangannya ke Indonesia sebagai pelatih utama, Shin Tae-yong sangat diharapkan dapat mengubah gaya permainan Timnas. Beberapa kejutan tercipta setelah dapat menumbangkan tim yang selalu mengalahkan Garuda.

Selain itu, STY juga pernah membuat sang pelatih mundur dari jabatannya. Terhitung ada empat nama, yakni Damien Hertog (Arab Saudi U-19), Tan Cheng Hoe (Malaysia), Tatsuma Yoshida (Singapura), dan Vitezslav Lavicka (Kuwait).

4.      Berteman Dekat dengan Park Hang-seo

Pelatih Shin Tae-yong membeberkan bahwa dirinya memiliki hubungan baik dengan pelatih Vietnam, Park Hang-seo. STY kenal betul dengan sosok PHS, sebab pernah dilatih olehnya pada 1992. Bahkan, keduanya pernah sama-sama menjadi rekan kerja pelatih dan asisten di salah satu klub K-League 1.

Namun, atas dasar profesionalitas keduanya, mereka seolah menjaga jarak. Apalagi saat ini, STY dan PHS menjadi rival karena sama-sama melatih negara ASEAN, yakni Indonesia dan Vietnam. (AA)

Komentar